The First Meet Chapter I

Entah ini perasaan gundah, atau perasaan bahagia, entahlah, yang kutahu saat itu aku harus menari-nari diatas awan dan mengatakan aku Bahagia, ini hanya perasaan yang aku pun tak tahu berapa lama. Seakan perputaran detik ke menit aku terus melanjutkan euforia kebahagiaanku. Sebenarnya aku ini bahagia bukan karena aku bertemu dengannya kemarin lalu, dengan celana jeans dan baju kaos putih serta memakai jam tangan dan pasti nya wangi sekali, namun karena hari ini adalah hari dimana aku akan mendapatkan sesuatu yang membuat isi dompetku berlebih *ah apasih ?
Pertemuan ini Cuma pertemuan selintas yang tak berarti, karena aku tak mengenalnya namun yang paling aneh itu ! aku selalu melihatnya dimana aku bergerak, seakan dia menghantuiku. Aku tahu ini Cuma perasaan labil ku lagi, ya atau apalah. tapi entah kenapa ini memang terjadi lagi !! aku memang gadis yang labil. Seperti yang dibilang FKR “aku gak bakal yakin si ocom ini setia” sialan kan ? dia gak tahu aja aku gimana ?
Kulanjutkan cerita ku, saat itu dia tengah asik bermain dengan gadgetnya, yaa tampak sih dari wajahnya kalau dia cowok yang berasal dari keluarga berada, wajahnya bersih dari jerawat. Style cool yang terpancar itu loh ? bikin aku ngefly. Tapi sampai sekarang aku tak tahu siapa dia. Nama, tempat tanggal lahir bahkan orang mana pun aku tak tahu, yang kutahu dia selalu ada di situ *tempat yang selalu ku kunjungi* entah kebetulan atau emang ditakdirkan aku selalu bertemu dengannya.
Aku dan dia Cuma liat-liatan dari kejauhan, bahkan yang paling miris dia tak mau tahu namaku saat kami berkenalan, oke ? aku pun gak mau kalah, aku juga tidak akan mau tahu dengan namanya. Senyuman manisnya selalu terkirim untukku, tapi dengan style sok cuek ku ini aku tak pernah membalasnya, namun aku selalu curi-curi pandang untuknya.
Terlihat sok memang, namun yasudahla mau diapakan lagi ?
Aku mencoba untuk melanjutkan ketempat yang akan aku tuju setelah tempat itu, tapi rasanya itu loh yang sulit. Aaah aneh sih ! dia ini ya ? aneh kali tau ya, dia selalu duduk ditempat itu dan itu juga. Dia juga tak pernah melupakan gadgetnya ! dia mau ngapai sih sebenarnya ?
Aku selalu nerpikir negatif tentang kehadirannyam namun yang anehnya dia selalu bilang “hey kamu lagi” apa dia gak sadar kalau dia udah mengganggu hari-hariku ? lagi-lagi aku dengan style sok cool hanya menjawab “iya !” haha padahal hatiku udah entah cemana-cemana.
Aku mencoba lari dari ini ! aku gak mau lagi dibilang labil. Tapi tau apa yang terjadi dia semakin sering terlihat dan kata-kata itu terucap lagi.
Aaaah bingung kali aku sungguh. Tapi kujalani aja ini dengan enjoy dan semakin PD walau harus bertemu dia dan dia lagi
*bersambung

Peristiwa yang aneh belakangan ini terjadi membawa dampak buruk bagiku. Setiap pulang kuliah aku harus berpikir keras siapa anak itu dan setiap malam tiba aku  harus membutuhkan waktu beberapa menit untuk membayangkan wajah manisnya beserta gadgetnya lagi. Yaaah pekerjaan bodoh dan membuang waktu sih. Tapi ini sama sekali bukan yang kuinginkan, ini terjadi secara spontan. Haaah ---_---
Tapi, beberapa hari ini aku tak lagi menemui sosoknya, aku selalu curi-curi waktu keluar dan bergegas ketempat itu berharap jumpa dengan si lelaki menyebalkan yang menghantui hari-hari ku itu. Namun hasilnya nihil, aku sama sekali tidak menemukan sosoknya lagi. Kucoba bertanya pada seseorang yang sering disitu juga
bang,liat laki-laki yang selalu disini gak ? yang sering megang gadget itu?”
“oh si M..... ya dek ?”
Sontak mengagetkanku. “ha ?  si M..... ? aku gak tahu namanya bang”
“bah, adek gak tahu kenapa pulak dicarii ?”
“ya gapapa bg, yaudah lah makasi ya bang”
“sama-sama”
Aku pun berjalan membelakangi abang yang tadi kutanyai sambil berpikir “apa bener itu dia ya? Iss sial aku harus tahu namanya !”
Aku terus berjalan hingga aku tak sadar kalau tas ku ketinggalan disana tadi.
Sial kali nasibku dihari itu. Rasanya pengen meluapkan emosi, aku harus kembali kesana sedang aku udah di gerbang dan ingin naik angkot. Aaah. Dengan kencang nya aku berjalan dan aku harus PD diliatin orang-orang yang tengah asik bercanda.
Tiba ditempat itu apa yang kudapat ? disana gak ada tas ku ! “SHIT !!”
Aku sibuk mencari, keringatku bercucuran, aku bukan takut tas dan buku kuliahku hilang namun aku takut kehilangan notebook, handphone dan dompetku !  tak seorangpun tahu dimana tas ku, hingga aku pasrah dan berlari ke pos satpam. Ya tentu saja aku mau ngasi tahu kalau TAS KU HILANG.
Terdiam + membodoh . gara-gara lelaki menyebalkan itu aku harus kehilangan ini semua ! gara-gara anak yang gak penting itu aku jadi gila sendiri. Aaaaaaaaaaaa ---_--- aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana, yang dibenakku adalah kata-kata yang tak pantas kuucapkan.
Sahabat dan teman-temanku tengah sibuk dan tak seorangpun sudi menolong gadis malang ini, apa gak merasa hina kali aku disaat itu ? 
Ku coba sabar tapi malah ingin memaki. Dengan ke PD-annya aku ini aku keluar dari tempat itu dan pulang kerumah, ditengah perjalanan air mata ku malah jatuh, aaah bodoh kali lah,,  aku tersentak saat seseorang mengejutkanku dari belakang
hay”
“kau ?? eh gara-gara kau ya aku sial, sana kau pigi jauh dari hidupku”
“ha ? aku kenapa ?”
“SANA PIGI ! KAU GAK NGERTI YA BAHASA INDONESIA”
“Iya .. aku pun mau pulangnya ini, recok kali, ini tasmu !”
Aneh. Aku semakin emosi
“Dasar pencuri kau, bisa-bisanya kau curi tasku. Dimana otak kau ?”
“ini tasmu ketinggalan disana, aku tadi kesana, ku tanya orang-orang gak ada yang tahu, kubuka lah dompetmu, ada pas photomu disitu yaudahlah tanda lah aku . ku kasi satpam, kata satpam kau udah pulang, bawel !”
Tanpa berkata-kata aku mengambil tasku dan pergi pulang , yaaa aku menahan malu ku. Sungguh aku malu kali saat itu. Aaaah entah hari apa pun ini sampek aku kek gini kali. Udah persis kali kayak di FTV-FTV itu kejadian ini, keliatannya fiktif namun tidak. Jika aku dapat jadi aktris utamanya jelas dia pasti aktor utamanya. Ah apasih ?


*To be continued


You may also like

Instagram